Music ‘n Public Society


Tulisan ini gw buat karena banyaknya pendapat bahwa music identik dengan kekerasan, gaya hidup bebas, dll…

Music memang memiliki pengaruh yang cukup banyak bagi kita.. music itu sendiri memiliki aura mistis yang dapat mempengaruhi perasaan orang. Dari seneng tiba2 jadi sedih karena denger lagunya Pance F Pondaag Alm. Dari sedih tiba2 ketawa karena denger lagunya kuburan.. yang tadinya lemes bangun tidur tiba2 bisa ber-energy karena denger lagunya Disturb…

Intinya, music banyak banget manfaatnya bagi kita semua sebagai pecinta music. Untuk pengantar tidur, buat nembak cewe, buat ngeluapin emosi kalo lagi bt, dll. Tergantung dari kita sebagai pecinta music mau dimanfaatkan untuk apa.

Akhir2 ini banyak banget masyarakat yang menganggap bahwa music cenderung mengarah kepada hal negative..terutama musik2 beraliran keras spt Rock, Metal, Underground, dll.. bagi kita penyuka dan pecinta music sangat menyayangkan hal ini.. ibarat ngedenger sodara sendiri di omongin yg jelek2 didpn kita. Sakiiit man…

Apa yang salah dari anggapan itu?
Masyarakat sebagai public society tidak bisa disalahkan atas opini yang mereka buat.. karena mereka dalam membuat kesimpulan atas sesuatu pastinya melihat gejala2, baik positif maupun negative. Siapa yang mereka lihat? Kita sebagai pelaku music..

Lalu Siapa yang salah???
Kenapa anggapan itu bisa terbentuk??
Sebagai pelaku music tidak munafik bahwa kita memiliki idealisme yang berbeda dari yang lain. Keinginan untuk bebas dan tidak terikat oleh nilai sosial membuat kita memiliki tingkat keegoisan yang lebih tinggi dibanding masyarakat pada umumnya.. sering kali kita mengatakan “ Gw anak Musik, terserah kalian mo bilang apa, yang penting gw happy”.

Terlalu naïf buat kita untuk lari dari kenyataan bahwa kita adalah bagian dari Society yang secara otomatis terkena nilai2 sosial yang ada. Mau tidak mau kita harus mengikuti aturan kalau kita mau dianggap dlm masyarakat. Perlu diingat “Musisi juga mahluk social man!!!”. Jadi kita ga bisa hanya memikiran diri sendiri. Sementara orang lain gak nyaman dengan tingkah laku kita.

Kembali pada pertanyaan diatas, sebagai pelaku music maka menjadi tanggung jawab besar bagi kita untuk menjaga nama baik music itu sendiri. Jangan menampilkan hal yang buruk kalau kita tidak ingin dianggap buruk.

Dengan demikian pertanyaan selanjutnya pun terjawab.. yang membuat anggapan diatas terbentuk adalah karena kecerobohan para musisi itu sendiri yang tidak bisa menjaga nama baik music.
Oleh karena itu, Baik Buruknya citra music adalah tanggung jawab kita sebagai pelaku music.
Kalo kita tidak suka dengan anggapan miring tentang music, maka buktikan bahwa music itu Positif.

Kalau orang tua kalian bilang music ngeganggu sekolah. Buktiin bahwa dengan music nilai kalian jadi lebih baik..
Kalau tetangga kalian bilang music itu ngabisin duit, buktiin kalo kalian bisa mendapatkan uang banyak dari music.
Caranya gimana?? Ya kalian pikir lah sendiri.. gw bukan konsultan….
Sekian….

*Tulisan ini adalah pendapat pribadi gw.. kalo ada yg tidak berkenan, mohon maaf…

by Arul Bronzehead

About fortisrecord

https://fortisrecord.wordpress.com/

Posted on 07/12/2010, in Music Reality and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: